Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Boyamin Saiman menjelaskan Demokrat mengelus-elus nama Sri Mulyani dan juga memuji-muji hanya untuk meredam, agar Sri Mulyani tidak membongkar kasus Century secara gamblang. Karena, menurutnya, dalam kasus
bailout Bank Century itu, Sri Mulyani tidak begitu bersalah.
"Yang lebih salah orang lain. Yaitu, pihak otoritas Bank Indonesia pada waktu itu. Sri Mulyani punya kekuasaan apa terhadap bank. Dia hanya membuat keputusan untuk diselamatkan (Bank Century) setelah sakit parah. Yang membuat sakit parah ini, itu kan Bank Indonesia sendiri. Jadi ditimbang kesalahannya, lebih besar Boediono daripada Sri Mulyani," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 4/6).
Yang kedua, masih kata Boyamin, Demokrat memuji Sri Mulyani supaya dapat perhatian dari Bank Dunia. Partai Demokrat berkepentingan agar Bank Dunia tetap menjaga perekonomian Indonesia hingga 2014 mendatang.
"Kalau sampai krisis sedikit saja misalnya pada 2013 bisa menggoyahkan atau bahkan menggulingkan kekuasaan. Seperti zaman Pak Harto, betapa kuatnya, krisis sedikit saja dari George Soros langsung tumbang," tandasnya.
Kemarin di Surabaya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengatakan partainya sedang melirik Sri Mulyani menjadi capres 2014 dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Mubarok memuji Sri Mulyani adalah tokoh yang andal karena menguasai makro ekonomi.
[zul]
BERITA TERKAIT: