"Saya terus terang saja tidak tahu dan memang tidak terlalu minat masuk ke ranah itu. Panjenengan (Anda) tahu pasti, saya Insya Allah selalu bicara atas nama data, fakta menjadi hipotesa dan analisa, bukan lain-lainnya," kata Roy Suryo kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 3/6).
Dia mengatakan itu, karena dirinya teguh memegang prinsip tell the truth. Makanya, dia tahu dan tidak mau tahu apakah ada atau tidak Mr. A, Mr. B, Mr. C, dan seterusnya, yang disebut-sebut sebagai dalang kegaduhan di tubuh Demokrat.
"Saya lebih
concern membantu Kepolisian, khususnya unit Cybercrime Reskrimsus Mabes, untuik mengungkap kasus SMS (fitnah dengan nomor Singapura)+65 itu dulu, step by step, terukur dan ilmiah," kata anggota Komisi I DPR dari Demokrat yang juga pakar telematika ini.
Tapi faktanya, saat ini Demokrat dianggap telah membuat isu baru, apakah menurut Anda Ramadhan Pohan lebih buka mulut siapa Mr A agar tidak jadi polemik terus?
"Ada pepatah (yang mengatakan), 'Siapa yang mendalilkan, (dia) harus membuktikannya'. Saya
nothing to loose saja," jawabnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: