"Kalau memang ada perusaahan Yahudi-Israel, maka kita akan mendesak Kementerian BUMN untuk segera menghentikan proyek tersebut," kata anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Nasril Bahar, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 16/5).
Nasril mengingatkan, bisnis telekomunikasi bukan sekedar urusan ekonomi semata namun juga terkait dengan aspek politik dan keamanan. Nasril meminta pemerintah untuk menghindari mekanisme ekonomi neoliberal yang diserahkan kepada pasar semata. Apalagi hal ini terkait dengan bisnis telekomunikasi.
"Bila memang Amdocs terlibat, kita minta batalkan. Dan sejak awal, Telkomsel tidak boleh mengajak Amdocs dalam proyek CRM itu," tegas Nasril.
Nasril juga berharap tender CRM diserahkan kepada badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Dan bila memungkinkan tender tersebut diserahkan kepada pihak swasta pribumi yang sudah mapan.
[yan]
BERITA TERKAIT: