BAYANG-BAYANG ISRAEL

Jangan Libatkan Perusahaan Milik Yahudi-Israel dalam Proyek Telkomsel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 16 Mei 2011, 10:46 WIB
Jangan Libatkan Perusahaan Milik Yahudi-Israel dalam Proyek Telkomsel
ilustrasi/ist
RMOL. DPR akan terus memantau langkah Telkomsel dalam tender pembangunan Customer Relationship Management (CRM). Pengawasan dilakukan bukan sekedar karena harga tender senilai Rp 1,8 triliun, namun juga karena ada dugaan keterlibatan perusahaan Amdocs, yang disebut-sebut memiliki jaringan bisnis dan politik dengan Yahudi-Israel.

"Kalau memang ada perusaahan Yahudi-Israel, maka kita akan mendesak Kementerian BUMN untuk segera menghentikan proyek tersebut," kata anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Nasril Bahar, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 16/5).

Nasril mengingatkan, bisnis telekomunikasi bukan sekedar urusan ekonomi semata namun juga terkait dengan aspek politik dan keamanan. Nasril meminta pemerintah untuk menghindari mekanisme ekonomi neoliberal yang diserahkan kepada pasar semata. Apalagi hal ini terkait dengan bisnis telekomunikasi.

"Bila memang Amdocs terlibat, kita minta batalkan. Dan sejak awal, Telkomsel tidak boleh mengajak Amdocs dalam proyek CRM itu," tegas Nasril.

Nasril juga berharap tender CRM diserahkan kepada badan usaha milik negara (BUMN) lainnya. Dan bila memungkinkan tender tersebut diserahkan kepada pihak swasta pribumi yang sudah mapan. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA