"Hal ini bisa dilihat dengan berdirinya amal usaha Muhammadiyah yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia," ujar Syarief Hasan saat berceramah pada acara Rapat Kerja Nasional PP Muhammadiyah Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah (Minggu, 15/5).
Pada bagian lain, Syarif mengatakan koperasi yang dikelola oleh ibu-ibu jauh lebih maju jika dibandingkan dengan yang dikelola oleh bapak-bapak. Menurutnya, hal ini karena bapak-bapak memiliki kantong lebih banyak dibanding ibu-ibu. Kontan saja, pernyataan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu langsung disambut gelak tawa peserta Rakernas.
Menanggapi pernyataan Menkop dan UKM itu, Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah, Faozan Amar, mengatakan apa yang disampaikan Menkop dan UKM itu merupakan penghargaan sekaligus tantangan bagi warga Muhammadiyah untuk membuktikannya.
"Karena itu jangan terlena dengan pujian tersebut, tetapi justru menjadi spirit dalam membangun etos wirausaha dalam mewujudkan kemandirian umat. Intinya adalah kemandirian ekonomi umat yang bermuara pada kemandirian ekonomi bangsa," ujar Faozan menambahkan.
Sebagai tindaklanjut dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat, dalam Rakernas Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah, juga diselenggarakan Rapat Anggota Tahunan Induk Koperasi Jasa Keuangan Syaraiah, yang mengelola BTM/BMT Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Di samping itu, juga akan disertai penandantangan kerjasama pemanfaatan jasa perbankan syariah antara induk KJKS BTM dengan Bank Syariah Bukopin.
"Maksud kerjasama ini, kegiatan usaha koperasi di bawah naungan Muhammadiyah dapat berdaya guna dan berhasil guna serta dapat berkembang dengan baik," demikian Faozan.
[yan]
BERITA TERKAIT: