JK Maklumi Rencana Pemerintah Naikkan TDL

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 15 Mei 2011, 16:55 WIB
JK Maklumi Rencana Pemerintah Naikkan TDL
jusuf kalla/ist
RMOL. Pemerintah sedang mengkaji kenaikan tarif dasar listrik pada tahun depan sebesar 10-15 persen. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memaklumi hal tersebut.

"Mau dapat listrik yang cukup, atau ingin tetap murah tapi listriknya susah ditambah. Pilih mana. Tidak ada pilihan-pilihan yang enak," kata JK di rumahnya, Jalan Brawijaya, Jakarta (Minggu, 15/5).

Bila ingin TDL disubsidi terus, kata JK, tentu negara tidak memiliki kemampuan sebab anggaran terbatas.

"Kalau tidak naik, harus tambah subsidi. Darimana anggarannya. Saya ingin tanya, kalau Anda naikkan anggarannya, uang sekolah akan naik lagi. Pilih mana? Kesehatan tidak bisa dibiayai, jalan tidak bisa diperbaiki," ungkapnya.

Makanya, menurut JK, kenaikan TDL itu merupakan pilihan yang realistik dari persoalan yang ada. Karena, kata JK, tidak ada negara yang serba bisa dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya.

"Jadi jalan tengah, tidak masalah ada subsidi tapi masyarakat juga harus sharing dengan membayar tarif naik. Tidak ada cara lain. Anda tidak bisa mengatakan, ingin listrik baik tetapi murah," demikian JK. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA