"Mau dapat listrik yang cukup, atau ingin tetap murah tapi listriknya susah ditambah. Pilih mana. Tidak ada pilihan-pilihan yang enak," kata JK di rumahnya, Jalan Brawijaya, Jakarta (Minggu, 15/5).
Bila ingin TDL disubsidi terus, kata JK, tentu negara tidak memiliki kemampuan sebab anggaran terbatas.
"Kalau tidak naik, harus tambah subsidi. Darimana anggarannya. Saya ingin tanya, kalau Anda naikkan anggarannya, uang sekolah akan naik lagi. Pilih mana? Kesehatan tidak bisa dibiayai, jalan tidak bisa diperbaiki," ungkapnya.
Makanya, menurut JK, kenaikan TDL itu merupakan pilihan yang realistik dari persoalan yang ada. Karena, kata JK, tidak ada negara yang serba bisa dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya.
"Jadi jalan tengah, tidak masalah ada subsidi tapi masyarakat juga harus
sharing dengan membayar tarif naik. Tidak ada cara lain. Anda tidak bisa mengatakan, ingin listrik baik tetapi murah," demikian JK.
[yan]
BERITA TERKAIT: