Nasir Abbas: NII Tidak Selalu Menurun ke Anak Cucu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 06 Mei 2011, 10:39 WIB
Nasir Abbas: NII Tidak Selalu Menurun ke Anak Cucu
nasir abbas/ist
RMOL. Abu Toto atau Panji Gumilang memang benar. Negara Islam sudah tidak ada sejak Kartosuwirjo dihukum mati oleh pemerintah.

"Benar secara struktural sudah selesai. Tapi perjuangannya tidak berhenti," kata mantan anggota Jamaiyyah Islamiyah, Nasir Abbas, sebelum dialog "Ancaman Terorisme Pasca Osama" di ruang pers DPD, komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 6/5).

Dia membuktikan dengan pengiriman anak-anak muda ke Afganistan. Dia termasuk orang yang pernah bergabung dengan NII pada saat berusia 18 tahun.

Namun, dia mengingatkan, tidak semua orang yang pernah aktif di NII otomatis keturunannya menjadi NII juga.

"Jangan digeneralisasi," katanya saat ditanya kemungkinan apakah tokoh PKS, Hilmi Aminuddin, aktivis NII karena ayahnya adalah Danu Muhammad Hasan, mantan panglima DI/TII.

Buktinya, kata dia, putra Kartosuwirjo yang bernama Sujono Kartosuwirjo, tidak sepakat NII dan tidak melanjutkan perjuangan ayahnya.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA