Pemerintah Didesak Hentikan Rekayasa NII

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 06 Mei 2011, 08:46 WIB
Pemerintah Didesak Hentikan Rekayasa NII
ilustrasi/ist
RMOL. Isu Negara Islam Indonesia (NII) merupakan proyek pemerintah sendiri untuk mencegah dan menciderai gerakan Islam politik.

"Supaya jangan sampai ada orang Islam shalih berkuasa menjalankan hukum-hukum syariat maka dibuatlah NII oleh intelijen. NII dibentuk untuk melakukan demoralisasi terhadap Islam," kata Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khaththath, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 4/5).

Sesuai dengan hasil penelitian, kata Khaththath, 91 persen masyarakat Indonesia merindukan hukum dan politik Islam. Hal inilah yang membuat kelompok Sekuler khawatir dan terlibat dalam mengolah isu NII.

Selain itu, kata Khaththath, isu dan gerakan NII dibuat untuk menutupi berbagai persoalan yang melilit pemerintah. Di antaranya, kasus mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang direkayasa, skandal Century, dan rencana pemerintah mengalihkan premium ke pertamax.

"Karena itu, kita desak pemerintah untuk menghentikan rekayasa ini. Dan saya minta umat Islam jangan terperdaya," demikian Khaththath. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA