"Supaya jangan sampai ada orang Islam shalih berkuasa menjalankan hukum-hukum syariat maka dibuatlah NII oleh intelijen. NII dibentuk untuk melakukan demoralisasi terhadap Islam," kata Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Khaththath, kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 4/5).
Sesuai dengan hasil penelitian, kata Khaththath, 91 persen masyarakat Indonesia merindukan hukum dan politik Islam. Hal inilah yang membuat kelompok Sekuler khawatir dan terlibat dalam mengolah isu NII.
Selain itu, kata Khaththath, isu dan gerakan NII dibuat untuk menutupi berbagai persoalan yang melilit pemerintah. Di antaranya, kasus mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang direkayasa, skandal Century, dan rencana pemerintah mengalihkan premium ke pertamax.
"Karena itu, kita desak pemerintah untuk menghentikan rekayasa ini. Dan saya minta umat Islam jangan terperdaya," demikian Khaththath.
[yan]
BERITA TERKAIT: