"Pertama, karena NII menawarkan ideologi Islam," kata intelektual muda Nahdhatul Ulama, Zuhairi Misrawi, di gedung DPR Jakarta (Rabu, 4/5).
Menurut Zuhairi, kelebihan ideologi ini adalah menawarkan Islam yang parpurina dan totalitas. Hal ini didukung oleh problem di negara-negara muslim yang tidak stabil dan tingginya tingkat kemiskinan sehingga ideologi Islam ini menjadi populer.
Hal lain yang membuat gerakan NII ini mendapat tempat di hati umat Islam, lanjutnya, karena bergerak secara kultural, bukan politis. Betul bahwa trend politik Islam semakin tidak populer sejak tahun 1999, tapi hal itu tidak mempengaruhi NII.
"Karena ideologi ini menggunakan kultural. Jadi lebih bersih daripada politik. Kalau jadi partai, NII akan terkontaminasi seperti PKS," demikian Gus Mis, panggilan akrab Zuhairi.
[yan]
BERITA TERKAIT: