Sakit lupa ingatan Nunun Nurbaeti kembali jadi perdebatan saat persidangan Tindak Pidana Korupsi memeriksa Sumarni, mantan Sekretaris di PT Wahana Esa Sembada milik Nunun.
Sumarni mengaku selama 14 tahun bekerja tidak pernah melihat kelakuan 'aneh' yang menunjukkan gelagat penyakit lupa ingatan dari istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu.
"Tidak pernah ada seperti itu (lupa ingatan)," ujar Sumarni spontan saat menjawab pertanyaan salah satu hakim yang menanyakan pernahkah Nunun lupa menandatangani berkas kantor.
Saat hakim lain mencecar Sumarni soal gejala sakit lupa ingatan Nunun lainnya, misalnya salah memanggil nama, perempuan paruh baya yang sudah tidak lagi bekerja di perusahaan Nunun sejak 2006 lalu itu kembali menjawabnya dengan perkataan 'tidak'.
"Tidak pernah. Kalau soal hilang ingatan itu tidak tahu," tegasnya.
Nunun Nurbaeti berkali-kali disebut dalam persidangan empat terpidana kasus suap cek perjalanan. Keempat terpidana menyatakan Nunun sebagai fasilitator pemberi suap lewat anak buahnya, Arie Malang Judo, yang juga bersaksi di persidangan. Dengan alasan sakit lupa berat, Nunun yang juga seharusnya menjadi saksi bagi empat terdakwa di persidangan sama sekali tidak memenuhi panggilan pengadilan. Hingga kini belum nampak upaya KPK untuk menjemput Nunun yang disebut-sebut pernah dirawat di salah satu RS di Singapura
.
Kabar terakhir, nama saksi kunci kasus
travellers cheque itu tidak lagi disebut dalam berkas perkara semua terdakwa Mirandagate itu.
[ald]