TERORIS RASUKI ROHIS

Muhammadiyah: Terorisme Lebih Banyak Dilatarbelakangi Faktor Non-Agama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 21 April 2011, 13:38 WIB
Muhammadiyah: Terorisme Lebih Banyak Dilatarbelakangi Faktor Non-Agama
abdul muthi/ist
RMOL. Tidak hanya kalangan pelajar, semua lapisan masyarakat juga berpotensi dirasuki paham radikal. Karena itu, imbauan pengamat teroris dari Crisis Group International Sidney Jones pemerintah harus mengawasi jaringan terorisme yang masuk ke wilayah SMP dan SMA melalui kegiatan ekstrakurikuler rohani Islam (rohis) dinilai tidak begitu mendesak untuk dilakukan.

"Kalau menurut saya yang diperlukan saat ini lebih ke arah pembinaan daripada investigasi dan pengawasan. Menurut saya yang perlu dilakukan itu adalah pembinaan yang lebih sungguh-sungguh kepada kepala sekolah, bidang kesiswaan, dan para guru agama di sekolah," kata Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Muthi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 21/4).

Muthi mengatakan itu karena dalam pengamatannya, saat ini aktor-aktor yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam kasus terorisme, memiliki latar belakang yang semakin beragam, bahkan banyak tidak yang tidak berhubungan Rohis. "Misalnya pelaku bom buku penjual mainan anak-anak. Kemudian kasus bom Cirebon pelakunya kelompok yang tidak ada hubungan dengan Rohis," jelasnya.

Selain itu, menurutnya, aparat keamanan perlu lebih tanggap dan sensitif terhadap persoalan-persoalan yang terkait dengan terorisme dengan melihat dimensi-dimensi lain di luar agama. Misalnya menyangkut keadilan, kesejahteraan ekonomi dan perkembangan dunia global.

"(Terorisme) lebih banyak (dilatarbelakangi secara langsung atau tidak langsung) faktor-faktor di luar agama. Kalau selalu pendekatannya hanya dari perspektif agama, persoalan sesungguhnya menjadi semakin rumit. Itu bisa mengesankan bahwa akar terorisme itu ada pada agama," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA