"Kalau menurut saya yang diperlukan saat ini lebih ke arah pembinaan daripada investigasi dan pengawasan. Menurut saya yang perlu dilakukan itu adalah pembinaan yang lebih sungguh-sungguh kepada kepala sekolah, bidang kesiswaan, dan para guru agama di sekolah," kata Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Muthi kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 21/4).
Muthi mengatakan itu karena dalam pengamatannya, saat ini aktor-aktor yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam kasus terorisme, memiliki latar belakang yang semakin beragam, bahkan banyak tidak yang tidak berhubungan Rohis. "Misalnya pelaku bom buku penjual mainan anak-anak. Kemudian kasus bom Cirebon pelakunya kelompok yang tidak ada hubungan dengan Rohis," jelasnya.
Selain itu, menurutnya, aparat keamanan perlu lebih tanggap dan sensitif terhadap persoalan-persoalan yang terkait dengan terorisme dengan melihat dimensi-dimensi lain di luar agama. Misalnya menyangkut keadilan, kesejahteraan ekonomi dan perkembangan dunia global.
"(Terorisme) lebih banyak (dilatarbelakangi secara langsung atau tidak langsung) faktor-faktor di luar agama. Kalau selalu pendekatannya hanya dari perspektif agama, persoalan sesungguhnya menjadi semakin rumit. Itu bisa mengesankan bahwa akar terorisme itu ada pada agama," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: