TERORIS RASUKI ROHIS

Pernyataan Sidney Jones Berbahaya!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 21 April 2011, 10:56 WIB
Pernyataan Sidney Jones Berbahaya!
sidney jones/ist
RMOL. Imbauan Sidney Jones bahwa pemerintah harus mulai mengawasi jaringan terorisme yang masuk ke wilayah SMP dan SMA melalui kegiatan ekstrakurikuler rohaniawan Islam (rohis) dinilai berbahaya.

Pernyataan pengamat teroris dari Crisis Group International itu sama saja membuat stigma bahwa Rohis dekat dengan gerakan radikal.

"Menurut saya itu pernyataan yang prematur. Kalau yang dikembangkan seperti tadi, nanti orang sudah langsung (mengatakan), jangan masuk Rohis. Karena itu jadi stempel. Padahal ajaran mana yang mengajarkan teroris. Itu pemikiran yang berbahaya," kata anggota Komisi keagamaan DPR, Jazuli Juwaini kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 21/4).

Jazuli Juwaini sepakat bahwa kewaspadaan akan lahirnya para teroris dari kalangan anak muda perlu ditingkatkan. Tapi, dia menekankan, setiap pernyataan harus berdasarkan fakta dan data. Karena, sekali lagi, dia khawatir, pernyataan Sidney Jones itu membuat orang akan alergi pada Rohis.

"Sekarang ini orang kan kewalahan mengatasi dekandensi moral di anak remaja kita. Polisi capek, kepala sekolah dan guru capek, orang tua juga capek. Jangan sampai itu nanti kalau betul apa yang dikatakan tadi membuat pembinaan keagamaan di tingkat remana itu malah jadi dihantui rasa takut," katanya.

"Justru sekarang ini orang lagi semangat membina bagaimana membina anaknya melalui Rohis. Kalau nanti distigmakan seperti itu, orang jadi takut nanti masuk ke Rohis," katanya lagi sambil mengatakan sejauh ini, Rohis telah berperan banyak dalam membina para remaja.

Dia menambahkan, kalau pun memang anak remaja yang ditangkap di Klaten beberapa waktu lalu pernah aktif di Rohis, tidak bisa langsung diopinikan bahwa Rohis berbahaya. Karena ada banyak remaja lain yang menjadi baik setelah bergabung dengan Rohis.

"Nggak betul dong hanya karena satu, lalu diopinikan," tegasnya seraya menambahkan, bahwa pemerintah juga harus melihat perspektif lain kenapa terorisme bisa terjadi, bisa jadi karena ketidakadilan atau juga faktor kemiskinan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA