Pemerintah Tak Bisa Ungkap Perkembangan Upaya Penyelamatan 20 ABK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 15 April 2011, 09:32 WIB
Pemerintah Tak Bisa Ungkap Perkembangan Upaya Penyelamatan 20 ABK
Michael Tene/ist
RMOL. Pemerintah kembali menegaskan sejak awal sudah melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan 20 anak buah kapal Sinar Kudus yang ditahan perompak Somalia sejak 16 Maret lalu. Upaya itu dilakukan selain tentunya proses negosiasi yang dijalankan perusahaan Samudera Indonesia, pemilik kapal, dengan para perompak.

Demikian dikatakan Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 15/4).

Tak hanya itu, lanjut Michael, pemerintah juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga, juga sejak awal kejadian hal ini untuk menjawab kegundahan para keluarga. Namun, Michael tidak bisa menjelaskan, bagaimana dan apa upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada 20 ABK itu.

"Ini kan masalah masih terus bergulir. Saya tidak bisa menjelaskan upaya pemerintah dalam memberikan upaya perlindungan negara. Saya tidak ingin mengeluarkan pernyataan yang bisa menyulitkan untuk melakukan upaya penyelamatan. Saya tidak bisa bicara secara terbuka menjelaskan langkah yang sudah dan sedang berjalan," ujarnya.

Michael menjelaskan, cara pemerintah untuk menyelamatkan para ABK itu hanya diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat langsung dalam melakukan penyalamatan. Termasuk dengan keluarga, pemerintah pun tidak bisa membeberkannya secara detail.

Tapi, dia kembali menekankan, posisi pemerintah tetap memberikan perlindungan kepada warganya yang sedang dalam masalah di luar negeri. Ini bisa dilihat dari upaya pemerintah menyelamatkan WNI di Arab Saudi, Malaysia, Jepang, Libya, maupun di Mesir. Untuk negara-negara itu, pemerintah bahkan bisa menjelaskan, pesawat apa yang dikirim untuk menjemput para WNI.

"Untuk Somalia berbeda dengan upaya perlindungan (terhadap WNI) dengan yang berada di negara lainnya," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA