Tokoh pers nasional, Dahlan Iskan, kepada
TVOne di rumah duka, mengungkapkan, Rosihan kerap hadir dalam setiap acara pelatihan jurnalistik. Saat mengajar, Rosihan tidak pernah tedeng aling-aling kalau wartawan tidak cermat dalam menulis.
"Kalau membaca tulisan kamu ini, mata saya sampai berbulu rasanya," kata Dahlan mengutip ungkapan Rosihan Anwar satu waktu dalam sebuah pelatihan.
Ungkapan itu, jelas pendiri Jawa Pos Group ini, bahwa Rosihan ingin setiap wartawan menulis berita dengan jelas dan mudah dicerna, tidak ruwet.
Satu hal lagi yang diingat Dahlan adalah tentang kegundahan Rosihan. Rosihan gundah siapa yang akan menulis
In Memoriam untuknya bila dia meninggal dunia. Karena selama ini Rosihan selalu menulis tentang sosok tokoh yang meninggal dunia.
"Karena jangan-jangan nanti tidak ada wartawan yang menulis sebagus beliau. Kayaknya memang begitu," jelas Dahlan menafisirkan kegundahan Rosihan tersebut.
Karena itu, Dirut Perusahaan Listrik Negara ini berjanji akan menulis tentang sosok Rosihan. Dia berharap, Rosihan tidak kecewa dengan tulisannya. "Saya akan mencapurkan antara keseriusan beliau sebagai pejuang dan beliau sebagai wartawan muda yang menyaksikan sejarah berdirinya negeri ini," katanya memberi bocoran tentang materi yang akan ia tulis.
[zul]
BERITA TERKAIT: