"Arifinto kan cuman membuka video porno. Itu kan tidak sampai merugikan rakyat banyak. Paling yang dia lakukan itu hanya mendekonstruksikan dirinya dan DPR," ungkap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 12/4).
Tapi yang menarik, lanjut alunmus Colorado State University, Amerika Serikat ini, politisi PKS itu mengundurkan diri. Padahal, belum ada keputusan hukum yang menyatakan Arifinto bersalah atau melanggar undang undang.
"Tapi ada pejabat lain yang telah merugikan negara, seperti Boediono, sampai hari ini belum mengundurkan diri. Dalam konteks ini, mestinya Boediono mencontoh Arifinto. Arifinto mundur padahal belum ada keputusan hukum," kata Saleh.
Saleh mengakui belum keputusan hukum yang menyatakan Boediono bersalah dalam kasus
bailout Bank Century. Tapi, menurutnya, hasil investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan dan keputusan DPR, cukup menjadi alasan untuk membuat mantan Gubernur Bank Indonesia itu mundur. Karena dua lembaga negara itu, DPR dan BPKS menyatakan
bailout Bank Century ada indikasi korupsi.
Permintaan yang sama juga diungkapkan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. Tapi Syahganda mengalamatkan permintaannya kepada Presiden SBY.
"Kalau Presiden SBY dibilang pembohong, jangan segan-segan untuk mundur. Tidak usah menggunakan pembenaran legitimasi pemilu. Kalau menggunakan legitimasi Pemilu, Arifinto juga sebenarnya bisa bertahan sebagai anggota DPR, tapi itu tidak dilakukan Arifinto," lanjutnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: