"Betul kita apresiasi dia berani mengundurkan diri. (Sikap) itu sangat langka (diambil pejabat) di negeri ini. Mudah-mudahan jadi contoh bagi yang lain," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 12/4).
Tapi, dia menekankan, jangan sampai pengunduran diri politisi PKS itu lalu menjadikannya seolah-olah tidak bersalah lagi. Padahal, apa yang dilakukan Arifinto itu adalah pelanggaran terhadap UU Pornografi.
"Itu juga harus jadi contoh bahwa pejabat yang mengundurkan diri harus tetap diusut. Jangan hanya menjadikannya seolah-olah pahlawan, tapi melupakan kasusnya. Mengundurkan diri bukan berarti kasusnya selesai. Makanya kita meminta Pak Tifatul (Menteri Komunikasi dan Informatika) untuk mewujudkan janji mengusut kasus tersebut," tegasnya.
Selain itu, Saleh juga mencurigai, motif pengunduran diri Arifinto. Betul bahwa Arifinto mengaku tidak mendapat paksaan untuk mengundurkan diri. Tapi, salah satu poin keputusan Dewan Syariah PKS, meminta Arifinto untuk mengundurkan diri dari DPR.
"Berarti pengunduran diri dia itu kan nggak suka rela banget," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: