"Kalau kita memandang itu, salah satu bagian dari aktifitas yang sistematis untuk melakukan perpecahan internal dari pihak luar," jelas Ketua DPD PKS Jakarta, Slamet Nurdin,
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 10/4).
Meski begitu, dia menerangkan, PKS tidak akan mau terpancing dan sibuk mengurusi hal-hal tersebut. PKS tetap konsen dengan isu besar dan tetap bekerja untuk melaksanakan agenda-agenda kebangsaan.
Sebagai kader, katanya, pihaknya tetap berprasangka baik terhadap Arifinto yang tertangkap basah sedang menonton video porno pada saat sidang paripurna DPR Jumat lalu. Dia percaya dengan penjelasan Arifinto bahwa tidak sengaja membuka situs tersebut, sampai ada keputusan lembaga yang berwenang, termasuk keputusan DPP PKS.
"Karena kan DPP juga akan melaksanakan fungsinya. Sebelum ada itu (keputusan bagaimana kasus Arifinto), kita tetap berprasangka baik. Jangan sampai muncul ketidakpercayaan," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: