"Tidak ada pembubaran, kita tadi bareng polisi kok," katanya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 10/4).
Tiga alasan pembubaran seperti yang disebutkan oknum polisi sebelumnya; tidak mendapat izin; memiliki agenda politik; dan menganggu kelancaran jalur
busway dibantah keras oleh Slamet Nurdin. "Nggak ada itu," tegasnya.
Dia menjelaskan, aksi yang digelar pagi tadi merupakan bagian dari rangkaian acara menyambut Milad PKS yang akan digelar pekan depan (Minggu, 17/4). Sebelumnya, PKS telah menggelar bakti sosial, pemberian bibit, dan membuka rumah pintar.
"Nah Minggu kita jalan sehat dan wawancara di
TVOne, sosialisasi milad," jelasnya.
Soal adanya kampanye terselubung untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta, dimana di spanduk pada acara tadi pagi terdapat foto Triwicaksana Sani, yang disebut-sebut sebagai bakal calon gubernur, Slamet Nurdin meluruskan. Dia menjelaskan, Triwicaksana Sani merupakan Ketua Panitia Milad Nasional.
"Jadi wajar ada fotonya. Juga ada foto Pak Luthfi, Presiden partai," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: