"Kalau soal itu, kita jangan berburuk sangka sama orang. Kalau memang teman kita itu mengatakan jujur, ya jangan dihujat gito loh," imbau Tjatur saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 10/4).
Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR ini, apa yang dialami Arifinto itu bisa menimpa semua orang, tak terkecuali pejabat pemerintah, wartawan, dan rakyat biasa. Arifinto mengaku membuka video itu tanpa sengaja setelah menerima email masuk yang memiliki tautan ke situs porno.
"Kalau beliau itu alasannya begitu, ya diterima saja. Jangan merasa kalau ada yang buka, terus menjadi hina, lalu tak dianggap suci gitu loh. Itu manusiawi saja. Padahal sama saja. Yang menuding, yang menghujat itu sama saja," katanya.
Beda hal kalau memang ada bukti lain yang menyatakan bahwa Arifinto memang sengaja membuka atau menyimpan video porno. Kalau itu yang terjadi, saran Tjatur biar lembaga formal yang bergerak.
"Makanya kalau memang itu perlu diadili lewat etik, ya ke BK (Badan Kehormatan DPR) saja. Kita serahkan saja ke BK atau lembaga formil lain. Ya dibuktikan saja. Tapi jangan menghujat begitu. Kita ini kok sepertinya, senang lihat orang susah, dan susah lihat orang lain senang. Jangan sampai dia itu dianggap berdosa sampai hari kiamat," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: