"Saya sangat prihatin dengan kejadian dan kondisi semacam ini. Saya berharap ini jadi pembelajaran yang sangat serius bagi siapa pun juga. Kalau di Paripurna berlakulah yang terhormat sebagai anggota dewan," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/4).
Arifinto sendiri telah memberikan keterangan mengenai hal tersebut. Arifinto mengaku tak sengaja melihat video itu dan langsung menghapusnya saat diketahui bahwa
link yang masuk melalui emailnya itu adalah video porno.
"Mudah-mudahan apa pun klarifikasi itu bisa mendudukkan masalah pada proporsinya," harap anggota Majelis Syuro DPP PKS ini.
Tapi, mantan Ketua MPR ini menekankan, partainya tidak pernah mengajarkan atau bahkan mengizinkan kepada kadernya untuk berbuat sesuatu yang tidak semestinya dilakukan anggota dewan.
Meski begitu, dia berpendapat, sangat baik bila pimpinan PKS, baik di DPP atau di fraksi mengklarifikasi hal tersebut kepada Arifinto. Tak hanya itu, menurutnya, Arifinto juga perlu dikonfrontir dengan fotografer yang mengambil gambarnya tersebut. Dengan cara itu, duduk persoalan akan bisa didudukkan, apakah memang ada yang mencari sensasi atau ada yang menyebarkan fitnah.
[zul]
BERITA TERKAIT: