Menurut anggota Komisi III DPR Nudirman Munir, terlalu banyak kasus yang tidak selesai yang mengundang kecurigaan masyarakat bahwa KPK memang tidak serius. Dia mencontohkan penanganan kasus dana talangan
(bail Out) Bank Century.
"Dalam kasus Bank Century, bukti yang ada sudah lebih dari cukup. Tapi KPK tidak punya kesungguhan," terangnya kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin (28/3).
Politisi Golkar ini juga menilai KPK sengaja menebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Salah satu diantaranya adalah penanganan kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom pada tahun 2004 lalu.
"Ini kental nuansa tebang pilihnya. Sampai saat ini yang memberi belum jelas. Sedangkan yang menerima bahkan sudah ada yang terpidana. Mestinya pernyataan para tersangka bisa jadi alat bukti untuk menjerat pemberi (cek pelawat)," tegas mantan pengacara Tommy Soeharto itu.
Juga ada keanehan lain, misalnya dalam kasus pemberian dana oleh mantan menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri kepada sejumlah tokoh. Dalam kasus ini, Rokhmin sebagai si pemberi dana telah dijatuhkan hukuman pidana korupsi. Sementara para penerima tidak satupun yang dijerat hukum.
Salah seorang yang menerima dana dari Rokhmin Dakhuri dalah Amin Rais. Amien Rais menerima delapan lembar cek masing-masing senilai Rp 25 juta. Tapi, tidak seperti Rokhmin, Amin Rais sama sekali tak tersentuh hukum
[zul]
BERITA TERKAIT: