Gozis Dirikan Tiga Baitul Mal di Kawasan Gunung Merapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 25 Maret 2011, 23:42 WIB
Gozis Dirikan Tiga Baitul Mal di Kawasan Gunung Merapi
Hajriyanto Y Thohari
RMOL. Gerakan Orang Berzakat, Infak dan Sodaqoh (Gozis) mendirikan baitul maal. Pendirian lembaga ini merupakan tindaklanjut program tanggap darurat dan rekonstruksi bagi korban letusan gunung Merapi, yang telah dilakukan Gozis sebelumnya.

Baitul maal ini didirikan di tiga tempat. Pertama di masjid Nurul Hikmah, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Namun, karena masjid tersebut sudah hancur, untuk operasionalnya ditempatkan di dusun Besalen.

Kedua, di masjid Nurul Huda, Desa Jumoyo, Salam, Magelang dengan kantor operasional di pinggir jalan utama Yogyakarta-Magelang yang hanya berjarak 100 meter dari tempat bencana lahar dingin.

Sedangkan ketiga, didirikan di Masjid Al-Barokah, Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali dengan kantor operasinal berada tepat di sebelah masjid.

Peresmian ketiga Baitul Maal tersebut dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Gozis, H. Hajriyanto Y Thohari belum lama ini. Pada acara peresmian ini, Gozis juga menyerahkan traktor tangan untuk mengolah kembali lahan pertanian yang terkena erupsi.

“Pendirian baitul maal ini merupakan komitmen Gozis yang secara tulus dan ihlas membantu masyarakat untuk memulihkan kondisi ekonomi akibat meletusnya merapi. Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat adalah dana bergulir dan alat kerja yang dikelola oleh baitul maal. Dengan bantuan tersebut, masyarakat lebih mudah memanfaatkannya untuk kembali bekerja bertani dan berternak," jelas Wakil Ketua MPR ini.

Direktur Eksekutif Gozis, Faozan Amar, menjelaskan tujuan pendirian Baitul Maal adalah memberikan bantuan modal usaha dengan sistem dana bergulir bagi para korban bencana alam dengan memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan mereka.

Adapun dana bergulir yang diberikan kepada masing-masing Baitul Maal adalah sebesar Rp 50 juta yang berikan secara bertahap. Pada tahap pertama sebesar Rp 30 juta, sedangkan dua tahap tersisa masing-masing Rp 10 juta.

Di samping itu, para pengelola juga mendapatkan pendampingan selama 6 bulan dengan tujuan untuk memastikan pengelolaan baitul maal secara baik dan benar dan dana yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.  "Para pendamping berasal dari para relawan yang direkrut dari beberapa perguruan tinggi yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah," tandas Faozan.

Untuk mengoptimalkan kinerja baitul maal tersebut, tambahnya, sebelumnya juga telah dilakukan Pelatihan Manajemen Baitul Maal selama 3  hari yang diikuti tujuh orang calon pengelola. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA