Pemerintah Imbau Kekerasan di Libya Segera Dihentikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 25 Maret 2011, 22:29 WIB
Pemerintah Imbau Kekerasan di Libya Segera Dihentikan
Marty Natalegawa/ist
RMOL. Pemerintah Indonesia prihatin atas jatuhnya korban dari warga sipil di Libya. Karena itu, diimbau aksi kekerasan, baik yang dilakukan pasukan Khadafi, pemberontak, atau pun dari pasukan koalisi dihentikan.

"Kita senantiasa meminta kekerasan ini segera dihentikan. Bahkan kita menyerukan sekali lagi akan segera diberlakukan gencatan senjata agar diberikan ruang kemanusiaan, ruang politik. Agar warga sipil merasa aman, proses politik bisa segera digulirkan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa malam ini (Jumat, 25/3).

Tentang imbauan penghentian penggunaan senjata ini, Pemerintah Indonesia telah mengingatkan dan menyampaikan pesan kepada masyarakat internasional melalui berbagai komunikasi, bahkan juga disampaikan di markas besar PBB.

"Intinya kita mengingatkan bahwa resolusi 1973 itu memungkinkan berbagai langkah, bisa memberikan perlindungan kepada warga sipil. Namun berbagai langkah itu tidak semata langkah militer, melainkan juga langkah-langkah lain, misalnya upaya diplomasi upaya penciptaan semacam koridor kemanusiaan, pergelaran pasukan pemeliharaan PBB," ungkap dalam dialog di Metro TV petang tadi. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA