Demikian disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto saat mengomentari buku
Keliling Indonesia dari Era Bung Karno sampai SBY karya sastrawan Gerson Poyk di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta (Kamis, 17/2).
Selain Endriartono, hadir sebagai pembicara dalam seminar dan peluncuran buku tersebut intelektual muda NU Zuhairi Misrawi, Pimred Sinar
Harapan Kristanto Hartadi, Wapimred
Kompas Trias Kuncahono, wartawan senior Putut Prabantoro, dan Pimred
Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa.
Menurut Endriartono, yang kini terlibat dalam Gerakan Indonesia Mengajar, solusi mengapa Indonesia tidak banyak berubah harus segera ditemukan. Endriartono juga menyoroti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang sering memberikan remisi kepada para korutor. Untuk menutupi kesalahanya, Kemenkum HAM mengatakan bahwa para koruptor itu berkelakuan baik selama di penjara. Padahal, mereka bukan berkelakuan baik melainkan menyuap para pegawai di penjara.
[yan]
BERITA TERKAIT: