Mengaku 1.000 Kali Diteror, SBY Terganggu Gerakan Anti Din Syamsuddin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 20 Januari 2011, 16:15 WIB
Mengaku 1.000 Kali Diteror, SBY Terganggu Gerakan Anti Din Syamsuddin
presiden sby/ist
RMOL. Presiden SBY mengaku bahwa dirinya telah lebih dari 1.000 kali diteror. Bentuk teror yang diterima pun bermacam-macam. Mulai dari SMS gelap sampai poster dan spanduk yang memojokkan dirinya.

Soal teror yang dialaminya ini telah disampaikannya saat bertemu dengan sejumlah tokoh agama Senin malam lalu (17/1) dan kembali disampaikannya ketika bertemu pengurus PP Pemuda Muhammadiyah di Istana Negara, Kamis siang (20/1).

Dalam pertemuan Kamis siang, SBY juga mengatakan, dirinya prihatin dengan spanduk yang disebar kelompok yang menamakan diri Gerakan Anti Din Syamsuddin. Menurut SBY, sebagai orang yang biasa diteror dirinya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

SBY meminta Menko Polkam Djoko Suyanto untuk mengambil langkah-langkah yang perlu demi menertibkan spanduk-spanduk itu. Ia mengatakan, dirinya juga dirugikan oleh spanduk-spanduk itu. Karena bisa saja orang berpikir bahwa dia lah yang berada di balik spanduk Gerakan Anti Din Syamsuddin.

“Terlalu kecil itu, kalau saya harus memerintahkan orang (memasangnya),” ujar SBY sambil menekankan bahwa dia menentang cara-cara yang melawan etika demokrasi.

Persoalan spanduk Gerakan Anti Din Syamsuddin disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay. Ia khawatir, bila dibiarkan keberadaan spanduk-spanduk itu dapat menimbulkan ketegangan baru di akar rumput. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA