Djoko mengatakan, pertemuan tokoh agama dengan SBY malam ini merupakan murni permintaan Din Syamsuddin beserta tokoh lintas agama, tidak ada hubungannya dengan pertemuan di Muhammadiyah, pekan lalu.
Muthi mengakui bahwa Din Syamsuddin merasa perlu para tokoh agama menggelar pertemuan dengan SBY. "Pak Din selaku Presidium Inter Religious Council Indonesia, sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan sebagai warga negara, menyampaikan, kalau misalnya Presiden ingin mengundang para tokoh agama, beliau bersedia," kata Muthi kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 17/1).
Namun, Muthi mengingatkan, inisiatif untuk bertemu Presiden SBY itu adalah setelah pertemuan dengan tokoh agama di PP Muhammadiyah, Senin pekan lalu, yang membeberkan soal dugaan kebohongan pemerintah. Karena setelah pertemua itu, isu soal kebohongan ini menjadi liar dan kemana-mana.
"Setelah pertemuan di Menteng itu, isunya menjadi seperti bola liar, seolah-olah pertemuan itu direkaysa Pak Din untuk memakzulkan Presiden. Padahal sebenarnya tidak ada agenda dari Pak Din sebagai pribadi, maupun pimpinan Muhammadiyah untuk melakukan upaya politik untuk menjatuhkan Presiden. Sama sekali tidak ada. Tapi ini kan berkembang kemana-mana, bahkan menghadapkan Pak Din dan tokoh agama dengan Presiden SBY," lanjutnya.
"Agar tidak liar kemana-mana, Pak Din beriktikad bertemu dengan Presiden, supaya situasi perpolitikan ini menjadi baik. Ini justru poin buat Pak Din. Kalau pemerintah itu terbuka dan menyikapinya dengan hati jernih, seharusnya (isu) ini tidak kemana-mana. Tapi ini kan tidak," tandasnya.
[zul]