RMOL. Pihak Istana diminta untuk tidak memelintir persoalan dan "riwayat" keresahan masyarakat yang disampaikan oleh tokoh lintas agama.
"Tapi permintaan ini tidak pernah mendapat sambutan dari Presiden. Baru setelah tanggal 10 Januari lalu tokoh agama membeberkan 18 indikasi kebohongan, Presiden mulai bergerak untuk mengundang mereka," kata salah seorang deklarator Gerakan Integritas Nasional (GIN), Teguh Santosa, kepada wartawan di Jakarta hari ini (Senin, 17/1).
"Jadi jangan dipelintir. Tokoh agama itu sudah dari dulu ingin menyampakan keresahan yang ada di masyarakat. Tapi tidak ada sambutan," tegas Teguh yang kerap mengikuti pertemuan tokoh lintas agama di berbagai tempat ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.