Kalau memang inisiatif bertemu datang Presiden, sebaiknya Presiden sendiri yang datang menemui para tokoh agama, bukan sebaliknya.
Apalagi secara keagamaan, yang mestinya mendatangi adalah pemerintah atau Presiden, bukan sebaliknya. Karena ulama lebih tinggi tingkatannya daripada umara (pemerintah).
Meski, menganggap gerakan para tokoh agama itu sebagai gerakan keagamaan, namun tetap saja Wakil Ketua MPR, Hajrianto Y Thohari, menyarankan agar para tokoh agama bersedia untuk menemui Presiden malam ini.
"Ya menurut saya sama saja. Karena ini banyak orang, bukan satu dua orang, ada beberapa tokoh disitu dan tempatnya juga kalau presiden datang, mencari tempatnya bagaimana, kan tidak mudah. Begitu juga dengan pengamanannya," tegas Hajrianto kepada
Rakyat Merdeka Online.
"Sebagai tokoh agama, kalau diberi kesempatan bertemu, bertemu saja. Sampai kan lagi saja secara langsung poin-poin itu secara terbuka. Kalau Presiden tidak setuju satu dua poin, atau secara keseluruhan, biar kan saja terjadi sebuah perdebatan," tandasnya.
[zul]