Meski Secara Agama Tak Etis, Tetap Saja MPR Sarankan Tokoh Agama Temui Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 17 Januari 2011, 13:58 WIB
Meski Secara Agama Tak Etis, Tetap Saja MPR Sarankan Tokoh Agama Temui Presiden
hajrianto y thohari/ist
RMOL. Banyak pihak yang menyarankan agar para tokoh lintas agama tidak berkenan menghadiri undangan Presiden SBY malam ini (Senin, 17/1).

Kalau memang inisiatif bertemu datang Presiden, sebaiknya Presiden sendiri yang datang menemui para tokoh agama, bukan sebaliknya.

Apalagi secara keagamaan, yang mestinya mendatangi adalah pemerintah atau Presiden, bukan sebaliknya. Karena ulama lebih tinggi tingkatannya daripada umara (pemerintah).

Meski,  menganggap gerakan para tokoh agama itu sebagai gerakan keagamaan, namun tetap saja Wakil Ketua MPR, Hajrianto Y Thohari, menyarankan agar para tokoh agama bersedia untuk menemui Presiden malam ini.

"Ya menurut saya sama saja. Karena ini banyak orang, bukan satu dua orang, ada beberapa tokoh disitu dan tempatnya juga kalau presiden datang, mencari tempatnya bagaimana, kan tidak mudah. Begitu juga dengan pengamanannya," tegas Hajrianto  kepada Rakyat Merdeka Online.

"Sebagai tokoh agama, kalau diberi kesempatan bertemu, bertemu saja. Sampai kan lagi saja secara langsung poin-poin itu secara terbuka. Kalau Presiden tidak setuju satu dua poin, atau secara keseluruhan, biar kan saja terjadi sebuah perdebatan," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA