Karena Sebagai Gerakan Keagamaan, MPR Sarankan Tokoh Agama Hadiri Undangan SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 17 Januari 2011, 09:29 WIB
Karena Sebagai Gerakan Keagamaan, MPR Sarankan  Tokoh Agama Hadiri Undangan SBY
HAJRIYANTO/IST
RMOL. Sedari awal, Wakil Ketua MPR, Hajrianto Y Thohari, melihat kritik yang disampaikan oleh para tokoh lintas agama kepada Presiden SBY merupakan gerakan keagamaan, bukan gerakan politik.

Karena itu, dia menyarankan, agar para tokoh agama itu berkenan menghadiri undangan Presiden SBY untuk berdialog nanti malam (Senin, 17/1).

"Menurut saya dari sudut pandang, bahwa mereka itu para tokoh-tokoh agama, maka ketika kemudian Presiden meminta bertemu, ya harus ditemui juga. Karena dari tokoh agama, maka langkah-langkahnya juga kan tidak politis. Kalau memang Presiden mengajak bertemu ya harus mau," katanya kepada Rakyat Merdeka Online kemarin petang.

Berbeda misalnya, kalau gerakan para tokoh agama ini adalah sebuah gerakan politik. Maka diyakini akan ada tarik-menarik untuk bertemu baik dari para tokoh agama maupun juga dari perspektif Presiden.

"Mungkin, kalau kita melihatnya dari sebuah gerakan politik, karena persoalannya sudah menggelinding, rakyat banyak yang mendukung, ya akan ada tarik ulur dulu. Kalau politik kan begitu," terangnya.

Misalnya, politisi Golkar ini menyontohkkan, dari pihak Presiden, akan berkata, sebaiknya untuk tidak bertemu dengan para tokoh agama. Karena kalau bertemu, para tokoh agama itu akan merasa benar. Begitu juga sebaliknya. Para tokoh agama akan mengatakan, kalau mereka berkenan menghadiri undangan SBY, kuatir akan dianggap berdamai.

"Itu kalau sudut pandang politik. Kalau itu sebuah gerakan politik ya akan ada itu tadi, ada tarik ulur. Ada yang menyayangkan, karena dianggap tidak taktis. Kalau pesan keagamaan, meski dianggap keras, ya jangan dilihat secara taktis dong. Ya memang tidak ada taktisnya," terang tokoh Muhammadiyah ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA