Impor Beras 1,2 Juta Ton, Indikasi Pemerintah Berbohong?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 16 Januari 2011, 19:08 WIB
Impor Beras 1,2 Juta Ton, Indikasi Pemerintah Berbohong?
presiden sby/ist
RMOL. Ekonom senior Rizal Ramli tak menampik ada masyarakat Indonesia yang sejahtera karena bisa meraup keuntungan dari industri finansial. Tapi jumlahnya hanya sedikit, yaitu hanya 10 persen.

"Tetapi itu hanya 10 persen dari bangsa kita. Yang 80 persen itu, mereka sakit, banyak yang kurang gizi dan tidak mungkin kesejahteraannya naik," kata mantan Menteri Keuangan ini.

Dia yakin kesejahteraan 80 persen masyarakat Indonesia tidak akan naik. Karena selama 8 bulan terakhir, harga pangan terus naik, daya beli dan pendapatan masyarakat anjlok cukup tajam.

Dia juga mensinyalir bahwa pemerintah telah melakukan kebohongan. Disebutkan, ada peningkatan produksi beras. Tapi yang terjadi produksi beras tidak naik, tapi malah anjlok.

"Buktinya ada impor (beras) sampai 1,2 juta ton. Jadi yang diomongkan pemerintah itu hanya 10 persen. Tapi yang menyakut 80 persen rakyat Indonesia, itu sakit," urainya yang berbicara pada talkshow di TVOne petang ini.

"Harusnya tugas konstitusional pemerintah tidak hanya urus 10 persen yang sudah mampu, tapi juga keseluruhan (rakyat Indonesia)," sambungnya menegaskan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA