"Tetapi itu hanya 10 persen dari bangsa kita. Yang 80 persen itu, mereka sakit, banyak yang kurang gizi dan tidak mungkin kesejahteraannya naik," kata mantan Menteri Keuangan ini.
Dia yakin kesejahteraan 80 persen masyarakat Indonesia tidak akan naik. Karena selama 8 bulan terakhir, harga pangan terus naik, daya beli dan pendapatan masyarakat anjlok cukup tajam.
Dia juga mensinyalir bahwa pemerintah telah melakukan kebohongan. Disebutkan, ada peningkatan produksi beras. Tapi yang terjadi produksi beras tidak naik, tapi malah anjlok.
"Buktinya ada impor (beras) sampai 1,2 juta ton. Jadi yang diomongkan pemerintah itu hanya 10 persen. Tapi yang menyakut 80 persen rakyat Indonesia, itu sakit," urainya yang berbicara pada talkshow di
TVOne petang ini.
"Harusnya tugas konstitusional pemerintah tidak hanya urus 10 persen yang sudah mampu, tapi juga keseluruhan (rakyat Indonesia)," sambungnya menegaskan.
[zul]