Setelah Ketua Persaudaraan Remaja Mesjid Se-Indonesia, Ali Muchtar Ngabalin, kini giliran Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menyatakan hal yang sama.
"Saya juga berharap seperti itu. Tokoh -tokoh itu sebaiknya menunda bertemu Presiden. Karena sesungguhnya apa yang diungkapkan itu sudah lazim diketahui publik. Intinya Presiden mau berubah tidak," tegas Ray kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 16/1).
Selain itu, masih kata Ray, fakta-fakta yang disampaikan oleh tokoh agama itu bukan untuk didiskusikan secara akademik. Tapi untuk dilaksanakan Presiden SBY.
"Apa yang diungkapkan itu benar adanya. Saya pikir tokoh agama tidak akan mau berdebat tentang itu. Kalau memang (data) berbeda, itu karena Presiden yang membat ukuran sendiri, misalnya angka kemiskinan. Tapi yang lain kan tidak. Fakta TKI tidak dikasih HP, tidak ada kepastian terhadap kasus Munir, itu fakta," tandas Ray.
[zul]