"Tapi apakah solusinya dengan mengganti. Kalau kita minta turun itu masih lama prosesnya. Busyro saja berapa bulan, hampir satu tahun. Belum lagi dalam UU disebutkan masa jabatan mereka masih ada satu tahun lagi," ujar Marwan kepada
Rakyat Merdeka Online Rabu malam (5/1).
Daripada minta mundur, Marwan lebih memilih menantang empat pimpinan KPK, termasuk Bibit Chandra lebih independen, dan bebas intervensi dalam menuntaskan kasus-kasus besar, termasuk juga kasus Bank Century.
"Makanya saya bilang mereka harus berani, harus independen, tidak peduli lah apa nanti ada intervensi atau tekanan dari partai-partai atau pemerintah maupun dari DPR, sepanjang mereka mengutamakan kepentingan rakyat dan negara mereka tidak perlu takut. Bongkar saja semua," papar Marwan.
Selain itu, masih kata Marwan, penting juga untuk Bibit-Chandra membuktikan ke publik bahwa mereka tidak terlibat dalam kasus pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang sebelumnya disangakakan keduanya. Kalau keduanya melempen, persepsi publik keduanya terlibat menemukan pembenaran.
"Tapi kalau melempen seperti ini kan orang jadi curiga. Jangan-jangan memang benar, jangan-jangan memang punya kasus. Nah, saya tidak percaya itu. Tapi saya ingin mereka membuktikan, bahwa tidak ada itu dengan cara mengungkapkan kasus-kasus besar itu," ungkap mantan senator asal Jakarta ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: