TIMNAS KALAH

Eko Patrio: Sudah Sepatutnya Nurdin Halid Didesak Mundur

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 30 Desember 2010, 09:55 WIB
Eko Patrio: Sudah Sepatutnya Nurdin Halid Didesak Mundur
eko Hendro Purnomo/ist
RMOL. Tuntutan masyarakat agar Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Nurdin Halid meletakkan jabatan menyusul kegagalan Timnas Nasional menjadi juara Piala AFF 2010 sangat wajar.

Apalagi kegagalan Timnas Indonesia dibarengi dengan sistem penjualan tiket yang amburadul.

"Ya kalau buat saya, sebenarnya inikan akumulasi dari kegagalan Timnas kita tidak memperoleh piala. Kalau buat saya tuntutan itu wajar saja, sangat lumrah. Kalau ada tuntutan harus mundur, ini harus menjadi cerminan bagi Nurdin," ujar anggota Komisi X DPR yang membidangi masalah olahraga Eko Hendro Purnomo kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 30/12).

Pada saat rapat dengar pendapat dengan PSSI sebelumnya juga, Eko sudah menyampaikan sebagian aspirasi masyarakat yang menuntut agar Nurdin yang juga politisi Golkar itu mundur dari jabatannya. Pada saat itu, Nurdin belum mau mengimini tuntutan.

Namun, saat ditanya apakah juga setuju bila Nurdin mundur dari jabatannya saat ini karena kegagalan itu, Eko memilih menyerahkan kepada sistem yang ada. "Buat saya sih ikuti aturan main yang ada. Ada AD/ART dan Pengda-pengda (pengurus daerah). Coba lah itu juga diperhatikan," imbuh Eko.

Pasalnya, bila setiap ada tuntutan dari masyarakat kepada seseorang pemimpin untuk mundur karena dinilai tidak layak, Eko yang pernah bergabung dalam grup pelawak Patrio ini kuatir pemimpin di negeri ini akan sering bergonta-ganti. Karena itu dia memilih mengikuti sistem yang ada.

Meski begitu, dia sepakat, agar PSSI direvitalisasi. Semua program yang sudah dilakukan harus dievaluasi. Termasuk program naturalisasi pemain. "Karena Malaysia saja tidak ada naturalisasi, bisa menang," Eko membandingkan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA