Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul membeberkan beberapa hal agar Timnas Indonesia tidak mengalami kekalahan untuk kedua kali pada putaran final Piala AFF leg kedua di Stadion Gedung Olahraga Bung Karno yang akan digelar besok (Rabu, 29/12).
"Partai Golkar jangan jadi pahlawan kesiangan lagi. Itu Pertama. Jangan mengiming-iming bagi duit-duit. Itu merusak. Kedua berikanlah motivasi nasionalisme," ujar Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 28/12).
Ketiga Ruhut mengingatkan agar Timnas tidak dihubungkan dengan kegiatan keagamaan. Hal ini ia ungkapkan terkait pelaksaan
istighosah yang digelar di Pesantren Ashshiddiqiyyah, Jakarta Barat lalu sebelum Timnas ke Malaysia.
Karena menurutnya, tidak semua pemain sepakbola Indonesia beragama Islam. Dia menyontohkan gelandang Okto Maniani. "Makanya, jangan bawa-bawa unsur SARA ke dalam sepakbola. Itu salah besar," ucap Ruhut yang mengaku sebagai mantan Ketua Litbang PSSI.
Keempat, masih soal pembagian hadiah. Kata Ruhut, pernyataan Wakil Ketua PSSI di salah satu televisi swasta bahwa bonus sebesar Rp 2,5 miliar akan dibagi rata memecah konsentrasi pemain.
"Ya dong, masak semua pemain mendapat jatah yang sama. Betul ini adalah tim. Tapi dalam tim itu kan ada primadona. Masak tukang pijit juga dapat jatah yang sama. Karena tikang pijit juga masuk dalam tim. Makanya, jangan ada lagi ada iming-iming. Perjalanan masih panjang," ketusnya.
Ruhut sendiri yakin Timnas Indonesia akan menang. Namun, dia mengingatkan, bila pun Markus Cs akhirnya kalah, Ruhut mengajak semua pecinta sepakbola Indonesia untuk bersikap ksatria bahwa kita juga siap kalah. Menurutnya, tidak perlu mengikuti cara-cara kurang elegan yang dipertontonkan supporter Malaysia.
[zul]
BERITA TERKAIT: