"Tidak terawat. Padahal ini kan monumen. Dua tahun lalu saya lihat kurang bagus. Kemarin itu tante saya, berarti anaknya Suratin, kesana. Dia mengatakan sama sekali sudah rusak," ujar cucu Suratin, Wuly Soekartono kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 28/12).
Karena itu, dia heran kenapa PSSI dan juga pemerintah tidak peduli dengan perawatan makan pendiri PSSI itu. Padahal Suratin adalah pahwalan Indonesia dalam bidang olahraga.
"Dia itukan pendiri PSSI di tahun 1938 untuk melawan Belanda. Dia bikin perkumpulan sepakbola untuk melawan sepakbola Belanda pada waktu itu," kenangnya.
Makanya dia berharap, PSSI buka mata dan memperbaiki makan pendiri PSSI. "Harapan saya paling tidak ya hargai lah pahlawan-pahlawannya. Makanya saya prihatin, begitu banyak mereka (PSSI) siapkan untuk hadiah-hadiah itu (untuk pemain Timnas). Tapi kenapa ini yang sedikit harganya, tidak diurus gitu loh. Sedangkan ini kan monumen," demikian Wully.
[zul]
BERITA TERKAIT: