KASUS GAYUS

Kader Ical Risau Banyak Pengusaha Mendapat Stigma Pengemplang Pajak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 23 Desember 2010, 08:44 WIB
Kader Ical Risau Banyak Pengusaha Mendapat Stigma Pengemplang Pajak
RMOL. Dari peristiwa hukum pada tahun 2010 ini, Kamar Dagang dan Industri merasa risau dan prihatin akibat kasus mafia pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan. Karena timbul kesan atau stigma bahwa pengusaha-pengusaha besar adalah pengemplang pajak.

"Padahal tidak sedikit yang dari pengusaha yang berbisnis dan membayar kewajibannya sebagai wajib pajak dengan jujur dan benar," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bambang Soesatyo kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Karena itu, Kadin menghimbau petugas pajak dan penegak hukum untuk tidak memberi peluang kepada pengusaha bermain mata terhadap kewajiban pajak mereka. Karena pada dasarnya pengusaha itu takut terhadap masalah hukum.

"Kalau penegak hukum dan birokrat tegak lurus, Kadin yakin para pelaku usaha tidak akan berani macam-macam. Dengan demikian maka penerimaan negara dapat lebih meningkat karena uang pajak tersebut seluruhnya masuk ke kas negara, bukan masuk ke kantong oknum-oknum seperti Gayus atau oknum jaksa dan polri lainnya," demikian kader Aburizal Bakrie di Partai Golkar ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA