"Saya tidak mau memberi komentar dulu karena Litbang HAM belum memberikan rekomendasi. Kadang-kadang kita sulit juga untuk mengambil kesimpulan tanpa penelitian yang mendalam karena menurut hemat saya polisi banyak juga yang jadi korban dalam kegiatan semacam itu," ujar Patrialis di kantornya, Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan (Jum'at, 10/12).
Ia mengatakan, jika nanti terbukti ada pelanggaran HAM, maka pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Anti Korupsi 9 Desember banyak makan korban akibat adu fisik yang terjadi antara pengunjuk rasa dengan aparat Kepolisian. Peristiwa tersebut juga terjadi di banyak daerah di Indonesia.
(wah)
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: