HARI ANTI KORUPSI

Korupsi Makin Merusak karena Libatkan Elit Politik dan Bisnis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 09 Desember 2010, 13:43 WIB
Korupsi Makin Merusak karena Libatkan Elit Politik dan Bisnis
RMOL. Kini telah terjadi pergeseran model korupsi dari korupsi yang terfragmentasi menjadi korupsi yang terkonsolidasi.

Demikian disampaikan Sekjen Transfarancy International Indonesia (TII), Teten Masduki, dalam konperensi pers bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Yudisial (KY) dan TII di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 9/12).

"Beda dengan dulu, sekarang korupsinya sudah predatory. Lebih besar dan lebih rakus. Lebih berbahaya dan lebih merusak," kata Teten.

Menuru Teten, saat ini, tindakan dan perilaku korupsi sudah melibatkan elit bisnis dan elit politik. Sehingga para koruptor lebih berani melakukan aksi-aksinya.

"Kasus Lapindo, Century dan Krakatau Steel, pelakunya melibatkan elit, para pengambil kebijakan," ucap Teten mencontohkan.

Bagi Teten, korupsi yang terkonsolidasi ini merupakan ancaman nyata bagi tatanan demokrasi yang sudah dibangun sejak tahun 1998.

"Masalah korupsi sekarang sudah menjadi masalah politik. Karenanya gerakan masyarakat harus diperkuat. Tekan DPR, pemerintah dan institusi penegak hukum supaya lebih cepat dan serius menindak kasus korupsi," tanda Teten.[yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA