Soal bukti kemesraan itu, dia mengaku setiap orang memiliki pandangan yang berbeda.
"Gini dari kacamata Puan Mahawani pasti ada (bukti kemesraan), dari kacamata Tjahjo Kumolo pasti ada, dari kacamata Pramono juga pasti ada," ujar Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin.
Tapi kalau ditanya bukti kemesraan PDIP dan Partai Demokrat kepadanya, proses pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi contoh yang tak terbantahkan.
"Bayangkan waktu pemilihan Ketua KPK kami satu barisan sama PDI-Perjuangan. Bahkan kawan kami koalisi, Golkar berseberangan. Tapi dengan kami satu barisan, nyatanya di dalam pemilihan komisioner, Pak Busyro Muqoddas, kami menang. Dalam pemilihan Ketua KPK, kami lebih menang lagi," ujar Ruhut panjang lebar.
Apalagi, lanjut Ruhut, Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono seorang negarawan besar, meski memiliki partai koalisi tapi tidak mengabaikan partai oposisi. Dan itu tidak berbatas hanya kepada PDI Perjuangan.
"Bapak juga menganggap oposisi bagian daripada dia. Kebetulan oposisi itu PDI Perjuangan, Gerindra, dan Hanura. Tapi hubungan baik, kami juga menghormati tokoh-tokohnya," demikian Ruhut.
[zul]
BERITA TERKAIT: