MERAPI MELETUS

Gozis Sumbang Pengungsi Merapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 20 November 2010, 13:09 WIB
RMOL. Para pengungsi bencana letusan gunung Merapi menghadapi berbagai permasalahan di tempat pengungsian.

Salah satunya mereka mengalami kendala untuk mendapatkan air bersih dan saluran sanitasi air, baik limbah pembuangan dapur maupun pembuangan air mandi cuci kakus (MCK).

Koordinator barak pengungsian, Heny mengakui pengungsi di SDN Tlogodadi sangat membutuhkan sanitasi dan sarana air bersih. Karena pembuangan dapur dan MCK sangat mengganggu lingkugan pengungsi.

Selain itu penerangan di MCK juga tidak ada sehingga bila pengungsi ingin ke MCK pada malam hari tidak bisa karena sangat gelap. Saluran air ke MCK juga tidak ada, dan itu yang membuat pengungsi jadi kewalahan ketika ingin ke MCK.

“Jangankan untuk nyuci baju, untuk mandi saja susah mas,” ujar Sarmi (45) yang tinggal di tempat pengungsian.

Untuk mengatasi hal tersebut, Gerakan Orang untuk Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (GOZIS) membantu pengungsi di tempat pengungsian  di Sekolah Dasar Negeri Tlogodadi Sleman, Yogyakarta kemarin.

"Karena itu, GOZIS menyalurkan bantuannya sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat tersebut,” ujar Manajer pendayagunaan GOZIS M Nurul Ihsan.

Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, diharapkan, pengungsi merasa lebih nyaman di tempat pengungsian, sehingga tidak kembali ke rumah mereka, sampai betul-betul Merapi dalam kondisi aman, ujar Ihsan menambahkan.

Pengungsi di barak ini berjumlah 625 orang yang berasal dari km 10 puncak gunung Merapi. GOZIS saat ini terus berpartisipasi dalam penaggulangan dampak bencana Merapi. Walau masa tanggap darurat sudah hampir habis, masyarakat masih membutuhkan bantuan karena aktivitas ekonominya belum berjalan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA