"Ada dua pengurus Demokrat, saya dan seorang lagi. Bahkan dia merangkap Staf Khusus Presiden," ungkap Kastorius.
Ia kemudian menyebut nama Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Jusuf Gunawan. Menurutnya, ia dan Jusuf sama-sama masuk ke kepengurusan Demokrat pada Juni lalu. Dari penelusuran, diketahui bahwa Jusuf mengepalai Divisi Program Logistik.
"Yang lainnya ada dari Golkar. Bachtiar Aly kan dulu Golkar tapi sekarang pendiri Nasdem," jelasnya.
Yang pasti, ia dan para penasihat Kapolri lain merasa tidak pernah melanggar aturan apapun, karena tidak aturan jelas dalam Perpres soal posisi itu.
""Penasihat ahli itu tidak diatur di Perpres. Tidak ada aturan soal larangan berafiliasi dengan Parpol," tegasnya.
Ia juga memastikan, penasihat ahli Kapolri tidak pernah ikut campur dalam kasus-kasus yang ditangani Polri.
Kastorius mengatakan hal itu untuk menjawab tudingan bahwa Penasihat Ahli Kapolri yang berasal dari partai politik menimbulkan kecurigaan bahwa Polri dijadikan alat politik elit penguasa.
[ald]
BERITA TERKAIT: