Inilah Cara Sederhana Menghitung Keanehan Penjualan Saham Krakatau Steel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/teguh-santosa-1'>TEGUH SANTOSA</a>
LAPORAN: TEGUH SANTOSA
  • Senin, 08 November 2010, 22:12 WIB
Inilah Cara Sederhana Menghitung Keanehan Penjualan Saham Krakatau Steel
RMOL. Krakatau Steel bukan perusahaan kemarin sore. Begitu ditegaskan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN), Chandra Tirta Wijaya, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin malam (8/11).

Dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 9.000 dan harga jual per lembar saham sebesar Rp 850, maka nilai Krakatau Steel setara dengan 1,7 miliar dolar AS, katanya.

Lalu, bila dalam kurun 2010-2011 kapasitas produksi Krakatau Steel didongkrak hingga mencapai 2,5 juta ton, akan diperoleh nilai pasar sebesar 588,4 dolar AS per ton kapasitas produksi.

Bandingkan dengan Krakatau Posco (KP), perusahaan patungan yang akan didirikan Krakatau Steel dan Posco Korea Selatan. Nilai perusahaan itu sebesar 2,84 miliar dolar AS dengan kapasitas produksi sebesar 3 juta ton. Nilai buku dari investasi ini 948 dolar AS per ton rencana kapasitas.

“Masak nilai pasar KS per ton 61 persen lebih rendah dari nilai rencana investasi KP? Tentu tidak masuk akal. KS perusahaan yang beroperasi puluhan tahun. Sementara KP baru groundbreaking pada 20 Oktober 2010. Atau dengan kata lain, KP masih perusahaan di atas kertas,” ujarnya lagi.

Selain itu, sambung Chandra, Krakatau Steel kini sedang dalam proses revitalisasi dengan biaya 220 juta dolar AS yang direncanakan tuntas pada Desember 2010 dan April 2011. Dan masih akan ditambah dengan 360 juta dolar AS.

“Hanya perusahaan busuk yang masuk BPPN yang nilai pasarnya jauh di bawah nilai buku investasi. Jadi jelas harga saham KS kemurahan, dan atau investasi KP di-mark up,” demikian Chandra yang biasa disapa Acay ini. [guh]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA