"Masalahnya sudah lama diprogram dan koordinasi dengan mitra di luar negeri dan pihak kedutaan. Kalau dibatalkan mendadak, kan sulit, besok-besok susah, kita tidak dipercaya lagi. Itu yang jadi masalah. Karena program sudah jalan, ya harus jalan," ujar anggota DPR asal Sumatera Barat Azwir Dainy Tara kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat (Kamis, 4/11).
Kepergian Gubernur ke Jerman bukan berarti tidak peka terhadap para korban. Tentu, sebut politisi asal Partai Golkar ini, sudah ada koordinasi dengan bawahannya untuk melakukan koordinasi. Dan kunjungan kerja itu sangat bermanfaat.
"Kunjungan itu sangat bermanfaat. Pengalaman saya selama jadi anggota DPR, kunjungan itu bermanfaat. Tidak ada yang tidak bermanfaat," ujarnya sambil mengatakan jangan disamakan antara kepergian Gubernur ke Jerman dengan kedatangan Presiden SBY dari Hanoi ke Mentawai, karena situasinya berbeda.
"Jadi jangan dipertentangkanlah. Semua ini untuk kepentingan kita. Ibarat orang yang mau berangkat haji. Saat mau berangkat, ada keluarga yang meninggal, kan tidak mungkin naik haji dibatalkan," jelasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: