"Dengan kepemimpinan Pak SBY secara sukarela kita menyampaikan komiten 26 persen. 26 persen itu kewajibannya negara-negara Anex I atau negara-negara maju bukan kewajiban negara-negara berkembang. Kita sifatnya
voluntary saja," ujar Armida di sela-sela diskusi tentang
Ketahanan Energi dan perubahan Iklim di ruang Mawar Balai Kartini, Jakarta Pusat (Rabu, 3/11).
Komitmen internasional semacam ini, sebut Armida, adalah untuk keuntungan bagi kepentingan dalam negeri juga. Komitmen tersebut, tambahnyan, akan ditindaklanjuti dengan delapan aksi nasional. Yaitu, efisiensi energi, pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pemanfaatan bio energi, reklamasi lahan, sistem transportasi, energi ramah lingkungan, pembangunan jaringan kereta api listrik, dan pengembangan transportasi masal kota.
"Rencana aksi spesifiknya akan membentuk
public transpotation, KRL Busway, jaringan transportasi yang terintegratasi antara kota dengan daerah penunjang," pungkasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: