Misalnya, beberapa kali Presiden SBY mengeluarkan kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak setelah selesai menghadiri G20.
Demikian disampaikan peneliti Institute for Global Justice, Salamuddin Daeng di kantor YLKI, Jalan Pancoran VII/I, Pancoran, Jakarta sesaat lalu (Selasa, 2/11).
"Contoh kedua, pemerintah pernah mengeluarkan 70-80 triliun untuk stimulus fiskal. Perrtimbangannya akan menambah hutang Indonesia. Praktek utang baru malah semakin kuat masuk ke Indonesia dalam berbagai skema," lanjutnya.
Akibatnya, lanjut Daeng, Indonesia hanya menjadi negara miskin karena hutang-hutang yang terus mencekik.
"Apalagi kita akan terus dipaksa menyerahkan bahan mentah ke luar negeri dan terus-terusan menjadi importir barang jadi," lanjutnya.
KTT G20 sendiri akan digelar di Seoul, Korea Selatan pada 11-12 November mendatang.
[arp]
BERITA TERKAIT: