BENCANA NASIONAL

SBY Mestinya Berterima Kasih Ada Orang Yang Mau Tinggal di Daerah Pulau Terluar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 02 November 2010, 10:29 WIB
SBY Mestinya Berterima Kasih Ada Orang Yang Mau Tinggal di Daerah Pulau Terluar
Syahganda Nainggolan/ist
RMOL. Opsi relokasi terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, terutama setelah tsunami menerjang Mentawai, Sumatera Barat, merupakan solusi yang kurang tepat.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 2/11). Syahganda mengatakan itu menanggapi pernyataan Presiden SBY dan Ketua DPR Marzuki Alie agar warga yang tinggal di rawan bencana direlokasi, termasuk di pantai kepulauan Mentawai.

Syahganda menjelaskan, Kota Hawaii di Amerika Serikat merupakan kota yang rawan tsunami. Selain Hawaii, Kota Kobe di Jepang juga daerah bencana. Namun, sampai saat ini tidak ada kebijakan dari pemerintah di kedua negara itu untuk merelokasi warganya.

"Tapi mereka (AS dan Jepang) membangun Infrastruktur untuk mengantisipasi tsunami. Ini yang harus juga dilakukan Indonesia. Tsunami kemarin itu juga kan kan karena listrik padam lalu alat deteksi tsunami tidak berjalan. Itu kan karena ketololan manusia bukan soal Tuhan," tegasnya.

Selain itu, lanjut Syahganda, kan tidak mungkin seluruh warga yang tinggal di pantai barat Pulau Sumatera dari Lampung sampai Aceh harus dipindahkan. Justru, menurutnya, pemerintah harus bersukur ada warga yang mau tinggal di pulau-pulau terluar untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

"Siapa yang menjaga kedaulatan Republik Indonesia di daerah-daerah terluar bisa direlokasi. Tentu SBY harus berfikir bagaimana mengamankan daerah itu dengan cara memerintahkan tentara atau robot mendiaminya. Makanya SBY harus bersyukur ada orang mau mendiami daerah-daerah terluar itu," jelasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA