IPO KS MIRING

DPR akan Panggil Menteri BUMN Meski Masih Reses

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 01 November 2010, 09:45 WIB
DPR akan Panggil Menteri BUMN Meski Masih Reses
hendrawan supratikno/ist
RMOL. Proses penentuan harga saham PT Krakatau Steel (KS) harus dilakukan secara transparan. Kalau ada indikasi korupsi harus ditelurusi dan diinvestigasi lalu kemudian ditindak bila memang ditemukan indikasi korupsi.

Demikian dikatakan anggota Komisi VI DPR Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 1/11). Hendrawan dimintai tanggapan atas rencana penjualasan saham PT KS yang dinilai sangat murah, yaitu Rp 850 per lembar.

DPR, sebut Hendrawan akan memanggil secepatnya Menteri BUMN Mustafa Abubakar untuk meminta penjelasan mengenai harga saham tersebut. "Kami Komisi VI akan memanggil, pasti. Secepatnya. Ini kan masih reses. Bila perlu pada masa reses akan dipanggil. Itu tidak masalah, kalau ada ada masalah yang urgen," katanya.

Hendrawan mengakui, Komisi VI DPR pernah mengadakan pertemuan dengan Menteri BUMN sebelumnya, mengenai rencana penjualan saham perusahaan yang memproduksi baja tersebut. Saat itu, range harga yang ditentukan adalah antara Rp 750 per lembar dan Rp 1000 per lembar.

"Tetapi saat itu dengan over permintaan yang lebih besar dari penawarannya, dugaan kita harga Rp 1000 masih bagus. Tapi kemudian ditentukan Rp 850, kami ingin minta penjelasan pertimbanganya," jelasnya.

"Memang saat itu ada informasi, price earning ratio-nya PT Krakatau Steel sudah tinggi. Sehingga kuatir investor tidak tertarik dengan saham itu. PE-nya lebih tinggi dari rata-rata perusahaan sejenis di luar negeri. Itu pertimbangannnya. Tentu ini semua akan kami cek, kita lihat data-datanya dengan negara lain," tambahnya.

Dia menambahkan, investor membeli saham berdasarkan prospek perusahaan tersebut. Krakatau Steel, masih kata Hendrawan, memiliki propek yang cukup bagus untuk di dalam negeri. Dengan itu, dia yakin, harga tersebut masih dibisa ditingkatkan. "Meskipun untuk keuangannya (PT KS) saat ini, setelah diderita kerugian cukup lama, baru mencatat keuntungan dalam satu dua tahun terakhir ini. Makanya, kami akan buka-bukaanlah soal itu," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA