Demikian disampaikan Letjen (Purn) Suharto dalam diskusi bedah buku "Bencana Bersama SBY" yang ditulis Ridwan Saidi, di Doekoen kafe, Pancoran, Jakarta, sore ini (Minggu, 31/10).
Kezaliman pertama itu menurut Suharto, karena pemerintahan SBY tidak memiliki konsep dan cenderung mengedepankan pencitraan diri. SBY juga hanya menggunakan
masterplan orang asing. Maka bila dibandingkan rezim Orde Baru ternyata masih baik ketimbang rezim SBY. Mantan Presiden Soeharto memiliki konsep sehingga bencana bangsa yang terjadi jauh lebih sedikit dibandingkan masa kepemimpinan SBY.
Sebut Suharto pula, kezaliman lain yang sudah dilakukan SBY adalah membiarkan penggantian demokrasi Pancasila dengan nilai-nilai demokrasi Barat. Demokrasi kerakyatan oleh hikmat dirubah dengan demokrasi
one man one vote alias demokrasi uang.
"Kepemimpinannya (SBY) sudah menghancurkan rumah rakyat (MPR). MPR dijadikan banci. MPR sudah dilumpuhkan dengan amandemen-amandemen," cetusnya.
Jika ingin terbebas dari bencana, pemerintah harus menghentikan perlakuan zalim yang telah dilakukannya kepada rakyat.
"Tanpa itu dilakukan bangsa ini tetap akan terkena bencana," pungkas mantan komandan marinir tersebut.
[wid]