"Prevalensi HIV/AIDS di bawah 0,5 persen. Saat ini prevalensi di Indonesia tercatat 0,2 persen. Ini artinya Indonesia sudah melampaui target," sebut Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih dalam makalahnya yang disampaikan pada seminar internasional NGO’s untuk menyukseskan program MDGs di Indonesia yang digelar Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (28/10).
Meski demikian, pemerintah melalui kementerian kesehatan akan tetap menggunakan waktu tersisa MDGs, yakni periode 2010-2014, untuk terus menekan tingkat prevalensi HIV/AIDS di Indonesia.
Kementrian Kesehatan mencatat resiko penyebab tertinggi penularan HIV/AIDS terjadi kerana hubungan heteroseksual (51,3 persen) dan dari pertukaran jarum suntik pengguna narkotika (39,6 persen).
Sementara 9,1 persen sisanya berturut-turut tertular melalui hubungan seksual sesama laki-laki(3,1 persen), perinatal dari ibu ke anak (2,6 persen), dan transfusi darah (0,2 persen) serta 3,2 persen tidak diketahui cara penularannya.
Masih menurut Endang dalam tulisannya, meningkatkan pengetahuan komperhensif tentang cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS seperti pengetahuan tentang seks, tentang kesetiaan dan kesadaran
multiple partner, merupakan cara paling ampuh untuk mengendalikan penularan HIV/AIDS.
[arp]
BERITA TERKAIT: