UNDP: Proyek-proyek MDGs Harus Dikeroyok Secara Bersama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 29 Oktober 2010, 13:32 WIB
UNDP: Proyek-proyek MDGs Harus Dikeroyok Secara Bersama
ilustrasi/ist
RMOL. Sejak tahun 1990-an telah banyak konvensi dan deklarasi baik di tingkat global atau regional untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga dunia. Namun sayang, komitmen deklarasi dan konvensi itu tidak berbanding lurus dengan situasi yang dihadapi.

Demikian dikatakan tim leader MDGs and Human Development United Nations Development Programs untuk Indonesia Abdurrahmnan Syebubakar dalam seminar internasional NGO’s untuk menyukseskan program MDGs di Indonesia yang digelar Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (28/10).
 
"Misalnya saja di kawasan Asia Pasifik ada sekitar 900 juta orang yang masih hidup di bawah (pendapatan) US$1,25  per hari. Hal ini masuk ke dalam kategori miskin ektrim," katanya memberi contoh.

Karena itu, dia menambahkan, program Millenium Development Goals penting bagi Negara berkembang. Abdurrahmnan Syebubakar membeberkan tiga alasan untuk menguatkan argumentasinya itu.

"Pertama, sebagai kerangka pembangunan yang menyajikan tujuan dan target dengan waktu yang pasti, yakni sampai 2015. Lalu kedua, antara goal yang satu dengan goal lainnya saling berkaitan. Kemudian ketiga, MDGs penting karena bisa dimanfaatkan untuk memobilisir kemitraan di tingkat negara," jelasnya.

Dia mengharapkan, proyek-proyek MDGs mulai dari pendidikan, kemiskinan, kelaparan, kesehatan, lingkungan hidup, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan, harus dikeroyok bersama-sama. Sebab, kata dia, proyek itu tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah.

"Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan dalam sumber daya manusia (SDM), maupun dana. Dari dana misalnya, anggaran pembangunan yang dimiliki oleh pemerintah hanya 20 persen. Sementara 80 persen itu ada di swasta dan masyarakat sipil," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA