Mbah Maridjan merupakan juru kunci Gunung Merapi yang bersikeras tidak akan meninggalkan tugasnya sekalipun Merapi meletus. Mbah Maridjan ditemukan meninggal dunia dalam keadaan sujud di salah satu ruangan rumahnya.
"Mbah Maridjan meyakini bahwa tugasnya lebih utama dibandingkan keselamatan jiwanya. Sungguh sangat langka orang yang mendedikasikan hidupnya untuk keyakinan yang dipegangnya pada jaman sekarang ini. Sekalipun sikap kerasnya kita tidak setuju, tapi almarhum sudah memberikan pelajaran penting bahwa tugas harus dilakukan sekalipun harus menyerahkan jiwa raga. Beliau pantas memperoleh penghormatan terakhir yang mulia," ujar Muhaimin.
Sedikitnya 15 orang tewas dalam letusan Gunung Merapi kemarin malam. Selain Mbah Maridjan, satu orang wartawan
Viva News juga menjadi korban. "Kita doakan semoga arwah mereka diterima disisi Allah SWT. Pemerintah berharap tidak timbul korban lagi. Mari kita sama-sama saling bekerjasama membantu korban pengungsi yang ada," ucap Cak Imin, panggilan akrabnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: